Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Wali Allah / Seorang Kekasih Allah DiDhalimi

Dikisahkan bahwa Syekh Ibrahim bin Adham keluar suatu saat ke sebuah tempat, maka tiba-tiba datang seorang tentara menghampirinya dan berkata padanya:

Tentara : "Engkau seorang hamba?"

Syekh Ibrahim bin Adham : "Ya"

Maka tentara itu berkata padanya : "Di manakah letak keramaian ?"
Maka Syekh Ibrahim bin Adham menunjukannya ke kuburan.

Maka tentara itu berkata : "Aku menghendaki keramaian kota bukan kuburan", maka ia marah dan memukul kepala Syekh Ibrahim bin Adham dengan senjatanya hingga berdarah-darah kepala Syekh Ibrahim bin Adham.

Lalu Syekh Ibrahim bin Adham pun membawa tentara itu ke kota dan ketika telah sampai, para sahabatnya menyambutnya.

Mereka berkata : "Ada apa gerangan yang terjadi?
Lalu sang tentara mengabarkan apa yang terjadi, dan orang-orang berkata bahwa beliau adalah Syekh Ibrahim bin Adham.

Maka turunlah tentara tersebut dari kudanya setelah mengetahui hal tersebut, lalu ia menciumi tangan dan kaki Syekh Ibrahim bin Adham dan meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan padanya.

Kemudian mereka berkata pada Syekh Ibrahim bin Adham : "Kenapa engkau berkata padanya bahwa engkau seorang hamba?"

Syekh Ibrahim bin Adham berkata: "Karena dia tidak bertanya Hamba siapa engkau? Akan tetapi dia berkata: apakah engkau seorang hamba? Maka aku katakan ya, karena aku hamba allah".

Maka tatkala ia memukul kepalaku, aku berdoa kepada Allah agar memasukkannya ke dalam surga, maka semua orang orang heran.

Mereka berkata : "Bagaimana bisa? Bukankah dia telah mendhalimimu?

Maka Syekh Ibrahim bin Adham berkata : "Aku tahu bahwa aku mendapatkan ganjaran dari apa yang dia telah lakukan terhadapku, tetapi aku tidak mau bagianku kebaikan, sedang bagian dia adalah keburukan".


Sumber : Kitab Ihya Ulumuddin Karya Imam Al-Ghazali

Posting Komentar untuk "Ketika Wali Allah / Seorang Kekasih Allah DiDhalimi"